Powered By Blogger

Senin, 18 April 2011

MENGGUGURKAN SUMPAH

﴿كتاب المأمورات: باب التقوى: 74
                                                      
        [74] الرابع : عن أبي طريفٍ عدِيِّ بن حاتمٍ الطائيِّ رضي الله عنه، قَالَ : سمعتُ رسولَ الله صلّى الله عليه و سلّم يقول : « مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ ثُمَّ رَأَى أتْقَى للهِ مِنْهَا فَليَأتِ التَّقْوَى » . رواه مسلم .
            72Keempat: Dari Abu Tharif, ‘Adiy bin Hatim ath-Thaiy  radiyAllahu ‘anhu, ia berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  Beliau bersabda: "Barangsiapa yang bersumpah atas sesuatu persumpahan, kemudian ia mengetahui hal yang keadaannya lebih menjurus kepada ketaqwaan terhadap Allah daripada persumpahan yang dilakukannya tadi, maka hendaklah mendatangi (memilih) ketaqwaan itu." Hadits Riwayat Muslim.

تخريج الحديث:
          صحيح مسلم: باب نذر من حلف يمينا، فرأى غيرها خيرا منها، أن يأتي الذي هو خير، ويكفر عن يمينه (1651)، سنن ابن ماجه: باب من حاف على يمين فرأى غيرها خيرا منها (2108). ,موسوعة الحديث النبوي الشريف/-e-book. و النسائي (3795) ,روضة المتقين شرح رياض الصالحين: 1 : 115-.    

شرح الحديث:

1)      Boleh membatalkan sumpah dengan alasan suatu ketaqwaan
            قوله صلى الله عليه وسلم: "من حلف على يمين ثم رأى أتقى لله فليأت التقوى" هو بمعنى الروايات السابقة فرأى خيراً منها فليأت الذي هو خير.,شرح مسلم للنواوي /موسوعة الحديث النبوي الشريف/-e-book   
            Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “. . .” yaitu bermakna persumpahan-persumpahan yang telah lalu kemudian mengetahui yang lebih baik dari persumpahan-persumpahan itu, maka hendaklah mendatangi yang lebih baik itu.  -Syarah Muslim An-Nawâwiy/ e-book,

2)      Perkataan yang mirip sumpah tetapi bukan bermaksud bersumpah maka ketika dilanggar tidak berlaku kifarat sumpah, seperti seseorang memperkuat ucapan agar dipercaya orang lain dengan perkataan: “Demi Allah, saya tidak melakukannya!” dan ayat di bawah ini adalah aturan kifarat sumpah
        قال الله تعالى: لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَـكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ -٨٩- ,المائدة [5]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak disengaja (untuk bersumpah), tetapi Dia Menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafaratnya (denda pelanggaran sumpah) ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi mereka pakaian atau memerdekakan seorang hamba sahaya. Barangsiapa tidak mampu melakukannya, maka (kafaratnya) berpuasalah tiga hari. Itulah kafarat sumpah-sumpahmu apabila kamu bersumpah. Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah Menerangkan hukum-hukum-Nya kepadamu agar kamu bersyukur (kepada-Nya).” -QS. Al-Maidah [5]: 89,

3)      Pokok asal sumpah wajib dilaksanakan kecuali jika terdapat alasan yang dibenarkan syari’at
        قال الله تعالى: وَأَوْفُواْ بِعَهْدِ اللّهِ إِذَا عَاهَدتُّمْ وَلاَ تَنقُضُواْ الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ -٩١- ,النحل [16]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Dan tepatilah janji dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu melanggar sumpah setelah diikrarkan, sedang kamu telah menjadikan Allah seba-gai Saksimu (terhadap sumpah itu). Sesungguhnya Allah Mengetahui apa yang kamu perbuat.” -QS. An-Nahl [16]: 91,

4)      Sumpah tidak boleh dijadikan penghalang melaksanakan amal shalih dan ayat di bawah ini turun tentang sumpah Abu Bakar radiyallahu ‘anhu yang tidak akan berbuat baik lagi kepada Misthah, maka ia pun menggugurkan sumpahnya dan melaksanakan kifarat
        قال الله تعالى: وَلاَ تَجْعَلُواْ اللّهَ عُرْضَةً لِّأَيْمَانِكُمْ أَن تَبَرُّواْ وَتَتَّقُواْ وَتُصْلِحُواْ بَيْنَ النَّاسِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ -٢٢٤- ,البقرة [2]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Dan janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan menciptakan kedamaian di antara manusia. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” -QS. Al-Baqarah [2]: 224,

Mubahatsah Kitab___Riyadush Shalihin | 64

5)      Jangan menjadikan sumpah sebagai alat untuk menipu
        قال الله تعالى: وَلاَ تَتَّخِذُواْ أَيْمَانَكُمْ دَخَلاً بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُواْ الْسُّوءَ بِمَا صَدَدتُّمْ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ -٩٤- ,النحل [16]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan kaki(mu) tergelincir setelah tegaknya (kokoh), dan kamu akan merasakan keburukan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan kamu akan mendapat azab yang besar.” -QS. An-Nahl [16]: 94,

6)      Selama masih mampu, maka sumpah wajib dilaksanakan
        قال الله تعالى: وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثاً فَاضْرِب بِّهِ وَلَا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِراً نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ -٤٤- ,ص~ [38]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Dan ambillah seikat (rumput) dengan tanganmu, lalu pukullah dengan itu dan janganlah engkau melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami Dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sungguh, dia sangat taat (kepada Allah).” -QS. Shâd [38]: 44,

7)      Pelanggar sumpah adalah sifat orang munafiq
        قال الله تعالى: إِذَا جَاءكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ-١- اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاء مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ-٢-,المنافقون [63]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Muhammad), mereka berkata, “Kami mengakui, bahwa engkau adalah Rasul Allah.” Dan Allah Mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya; dan Allah Menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta. Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai,** lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.” -QS. Al-Munâfiqûn [63]: 1-2,

8)      Salah satu bahaya orang kafir adalah sifatnya yang suka melanggar sumpah
        قال الله تعالى: وَإِن نَّكَثُواْ أَيْمَانَهُم مِّن بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُواْ فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُواْ أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لاَ أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ -١٢- أَلاَ تُقَاتِلُونَ قَوْماً نَّكَثُواْ أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّواْ بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُم بَدَؤُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤُمِنِينَ -١٣- ,التوبة [9]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Dan jika mereka melanggar sumpah setelah ada perjanjian, dan mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, mudah-mudahan mereka berhenti. Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janjinya), dan telah merencanakan untuk mengusir Rasul, dan mereka yang pertama kali memerangi kamu? Apakah kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti, jika kamu orang-orang beriman.” -QS. At-Taubah [9]: 12-13,

9)      Iblis (setan) adalah guru besar para pelanggar sumpah
        قال الله تعالى: وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ -٢١- ,الأعراف [7]-     
            Firman Allah Ta’ala: “Dan dia (setan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu,’” -QS. Al-A’râf [7]: 21,
فوائد الحديث:
        في الحديث دلالة على من حلف على فعل شيء أو تركه، و كان الحنِث خيرا من التمادي على اليمين. أستحب له الحنث و تلزمه الكفارة. و هذا متفق عليه. و الله تعالى أعلم. ,روضة المتقين شرح رياض الصالحين: 1 : 115-      
        Pada hadits tersebut menunjukan tentang (hukum) yang bersumpah untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya, serta melanggar sumpah (karena alasan taqwa) lebih baik dari pada melanjutkan sumpah tersebut. Maka diizinkan baginya melanggar sumpah serta ditetapkan baginya kifarat (sumpah). Wallahu Ta’ala A’lam. -Raudlatul Muttaqin syarh Riyadush Shalihin: 1: 115,

 Mubahatsah Kitab___Riyadush Shalihin | 65

Hadits selanjutnya
menjelaskan tentang diantara isi KHUTBAH NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
ketika HAJJI WADĀ.
LIMA KUNCI MASUK SYURGA
Insya Allah . . . Āmîn . . . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar